JAMBI TRANS, MUARO JAMBI,– Wakil Bupati Muaro Jambi, `Junaidi H. Mahir`, mewakili Bupati `Dr. Bambang Bayu Suseno`, memimpin Apel Siaga Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan Kabupaten Muaro Jambi Tahun 2026 di Lapangan Pendopo Bukit Cinto Kenang, Kantor Bupati, Rabu (22/7/2026).
Apel mengusung tema _"Meningkatkan Kolaborasi dan Integrasi dalam Mewujudkan Ketangguhan Bangsa Menghadapi Bencana"_ dengan tagline _"Kita Jaga Alam, Alam Jaga Kita"_
.
Hadir dalam kegiatan tersebut `Dandim 0415/Jambi`, `Kapolres Muaro Jambi ,AKBP Bayu Noormansyah, S.H., S.I.K., M.H. Perwakilan `Kajari`, `Sekda`, Perwakilan `Kalaksa BPBD Provinsi Jambi`, para kepala instansi vertikal, kepala OPD, camat, pimpinan perusahaan perkebunan, BUMN, BUMD, perbankan, serta unsur `TNI, Polri, Manggala Agni, BPBD, Basarnas, PMI, Tagana`, dan relawan `Masyarakat Peduli Api`.
*10,95 Ha Terbakar Sejak Januari 2026*
Dalam arahannya, Wabup Junaidi menyampaikan Muaro Jambi termasuk daerah rawan bencana karhutla saat musim kemarau.
"Berdasarkan data Januari hingga Juli 2026, telah terjadi 10 titik kebakaran hutan dan lahan dengan luas ±10,95 hektare di Kecamatan Jambi Luar Kota, Sekernan, Kumpeh, dan Mestong," ujarnya.
Status Siaga Darurat Karhutla di Kabupaten Muaro Jambi telah ditetapkan sejak 14 April 2026.
*5 Langkah Penanggulangan*
Wabup menekankan langkah nyata yang harus dilakukan:
1. *Pencegahan*: Sosialisasi dan patroli rutin ke titik rawan
2. *Kesiapsiagaan*: Penguatan sarana prasarana dan SDM
3. *Perusahaan*: Wajib menyiapkan peralatan, SDM, dan call center karhutla
4. *Penegakan Hukum*: Aparat diminta menindak tegas pelaku pembakaran agar ada efek jera
5. *Pemerintah Desa*: Camat dan kades diminta sigap memadamkan dan segera melapor jika ada titik api
"Kami mengapresiasi seluruh pihak yang telah bersinergi. Penanggulangan karhutla tidak bisa sendiri, harus bersama pemerintah, swasta, dan masyarakat," tegas Junaidi.(*)
Editor: Sutan Muda Daulay



