KOTA JAMBI - Kapolda Jambi Irjen Pol Krisno H. Siregar menjadi pemateri utama dalam kegiatan penguatan stabilitas sosial melalui edukasi hukum dan pemberdayaan Suku Anak Dalam (SAD) di Hotel Ratu & Resort, Kota Jambi, Kamis 23/4/2026.
Kegiatan itu dihadiri Wakil Gubernur Jambi Abdullah Sani, Dir Reskrimum Polda Jambi Kombes Pol Jimmy Churstian Samma, Dir Intelkam Polda Jambi Kombes Pol Yuli Haryudo, perwakilan Kemensos RI, Kepala Kantor HAM Jambi, serta para tumenggung SAD se-Provinsi Jambi.
Dalam paparannya, Kapolda Jambi menegaskan pentingnya edukasi hukum untuk menjaga stabilitas sosial, khususnya bagi komunitas adat. “Setiap suku di Indonesia tidak ada yang sempurna, semuanya memiliki kekurangan. Namun yang terpenting adalah bagaimana kita saling memahami dan menjaga keharmonisan,” ujar Irjen Krisno.
*45 Konflik SAD Sejak 2021*
Kapolda mengungkapkan, sejak 2021 hingga 2026 tercatat 45 konflik yang melibatkan komunitas Suku Anak Dalam, baik dengan pihak luar maupun konflik internal.
“Saya mengapresiasi upaya mediasi yang telah dilakukan sehingga tercipta perdamaian. Namun ke depan, saya minta tidak boleh ada lagi konflik yang terjadi,” tegasnya.
Menurut Kapolda, Suku Anak Dalam memiliki hak yang sama sebagai warga negara untuk mendapat perlindungan, keadilan, dan pengakuan di hadapan hukum. Edukasi hukum dinilai strategis agar masyarakat SAD memahami hak dan kewajibannya serta mampu beradaptasi tanpa meninggalkan identitas budaya.
“Edukasi hukum sangat penting agar masyarakat SAD dapat hidup berdampingan secara harmonis tanpa kehilangan jati diri,” tambahnya.
*Wagub: Semua Suku Setara*
Wakil Gubernur Jambi Abdullah Sani menyatakan dukungan penuh terhadap kegiatan itu sebagai upaya mewujudkan kesetaraan sosial. “Tidak ada perbedaan antara satu suku dengan yang lain. Semua memiliki kedudukan yang sama, karena kita semua bersaudara,” kata Wagub.
Usai pemaparan, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi kelompok terarah (FGD) untuk merumuskan langkah strategis pemberdayaan Suku Anak Dalam ke depan.
*Polri Hadir Sebagai Pengayom*
Kabid Humas Polda Jambi Kombes Pol Erlan Munaji menyampaikan, kehadiran Kapolda sebagai pemateri utama menunjukkan komitmen kuat Polri membangun stabilitas sosial lewat pendekatan edukatif dan humanis.
“Bapak Kapolda menekankan edukasi hukum merupakan kunci utama dalam mencegah konflik serta memperkuat pemahaman masyarakat adat terhadap hak dan kewajibannya. Polri hadir tidak hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai pengayom yang aktif membangun harmoni sosial,” ujar Erlan.
Polda Jambi, kata dia, akan terus bersinergi dengan pemerintah dan pemangku kepentingan untuk mendorong pemberdayaan SAD secara berkelanjutan. “Dengan kolaborasi yang kuat, diharapkan tercipta stabilitas sosial yang kokoh serta kehidupan masyarakat yang damai, inklusif, dan berkeadilan,” tutupnya.(*)
Editor : Sutan Muda Daulay




