Jambitransnews.com,- Pemerintah Kabupaten Batang Hari melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) terus melakukan berbagai langkah pencegahan guna menekan angka penyebaran kasus campak.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Batang Hari Almi di Muara Bulian, Kamis,23/4/2026 mengatakan bahwa kasus suspek campak kini menjadi persoalan serius yang dihadapi masyarakat di berbagai daerah.
"Kasus ini tercatat cukup tinggi, bahkan telah menyebabkan satu kasus kematian akibat suspek campak itu,"katanya.
Salah satu upaya yang ditekankan pemerintah yaitu pentingnya pemberian vaksinasi campak secara lengkap kepada anak, yakni sebanyak tiga kali di fasilitas pelayanan kesehatan.
Selain itu, faktor kebersihan lingkungan dan asupan makanan anak juga menjadi perhatian penting bagi para orang tua, guna mencegah masuknya virus ke dalam tubuh anak.
Sementara itu, dalam beberapa waktu lalu perbulan Januari hingga akhir Maret 2026, pihaknya menemukan sebanyak 86 kasus suspek campak. Dari jumlah tersebut, mayoritas penderita merupakan balita di bawah usia lima tahun.
“Dari hasil identifikasi, terdapat 86 kasus suspek campak dan satu di antaranya meninggal dunia. Ini menjadi perhatian serius bagi kami,” ujarnya.
Untuk itu, Almi juga mengimbau kepada orang tua agar lebih waspada terhadap gejala awal campak, seperti demam tinggi.
Jika gejala tersebut muncul, orang tua diminta segera membawa anak ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan dini.
“Penanganan cepat sangat penting untuk mencegah dampak yang lebih serius,”tutupnya.(Zom)
Redaksi


