Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Dinkes Muaro Jambi Gelar Tracing TB di Markanding, Indonesia Urutan ke-2 Kasus TB Tertinggi di Dunia

14 September, 2026 | September 14, 2026 WIB Last Updated 2026-09-14T15:04:58Z



Warga Desa Markanding mengikuti pemeriksaan Tracing TB dan Cek Kesehatan Gratis yang digelar Dinkes Muaro Jambi, Senin 14/9/2026._


MUARO JAMBI, - Dinas Kesehatan Kabupaten Muaro Jambi melaksanakan kegiatan tracing TBC Terintegrasi dengan Cek Kesehatan Gratis, CKG, di Aula Kantor Desa Markanding, Kecamatan Bahar Utara, Senin 14 September 2026.


Kegiatan yang dilaksanakan Puskesmas Markanding ini dihadiri Kabid P2P Dinkes Muaro Jambi dr. Ariyani Widiastuty, Camat Bahar Utara Yulianti,S.Pd, Kepala Puskesmas Markanding Ade Fachroza, SKM beserta tim Tracing TB dan CKG, Sekretaris Desa Markanding mewakili Kepala Desa, Ketua BPD Desa Markanding Bunyamin, serta ratusan warga masyarakat.

Antusiasme warga terlihat sejak pukul 07.30 WIB. Lebih dari 100 orang hadir di lokasi untuk mengikuti pemeriksaan kesehatan gratis tersebut.


Acara dibuka oleh Camat Bahar Utara, Yulianti,S.Pd. Dalam sambutannya ia mengajak warga mengikuti pemeriksaan dengan baik agar sedini mungkin dapat mengetahui kondisi kesehatan diri.

"Ikuti pemeriksaan dengan baik agar kita semua dapat mengetahui sedini mungkin keadaan kesehatan yang ada pada diri kita," ujarnya.

Kepala Puskesmas Markanding, Ade Fachroza, SKM, menekankan pentingnya menjaga kesehatan dengan pola hidup sehat. Ia juga mengimbau masyarakat segera memeriksakan diri ke pelayanan kesehatan apabila mengalami sakit.

Dalam kegiatan tersebut juga disampaikan penyuluhan tentang penyakit Tuberkulosis, TB, oleh Kabid P2P Dinkes Muaro Jambi, dr. Ariyani Widiastuty.

Ia menyampaikan bahwa TB merupakan penyakit menular terbesar. Indonesia menempati urutan ke-2 tertinggi di dunia setelah India.

"Untuk itu perlu adanya perhatian serius untuk memutus mata rantai penularan penyakit TB. Segera lakukan pemeriksaan bila timbul gejala seperti batuk lebih dari 2 minggu, nafsu makan menurun, berat badan menurun, demam, sesak napas," jelas dr. Ariyani.

Ia menambahkan, apabila dalam pemeriksaan ditemukan penderita TB maka akan diberikan pengobatan minimal 6 bulan sampai dinyatakan sembuh. Sementara bagi kontak erat wajib dilakukan pemeriksaan. Jika positif akan diobati, dan jika negatif akan diberikan obat pencegahan.(**)


Redaksi

×
Berita Terbaru Update