Ass.ww. Para pencinta Hukum Adat Melayu Yth.
Para Calon Pemimpin “Tanah Sebingkah Payung Sekaki Ayeik Setitik Telaga Rahamat”, Pucuk Jambi 9 lurah, Pucuk Jbi mempunyai hukum adat basendi syarak 9 pucuk, Pucuk Jambi mempunyai rahasia dilindungkan Allah 9 pucuk,
I. PROVINSI JAMBI.
Daerah Jambi sebelum menjadi Provinsi adalah Negara Kerajaan Islam Melayu Jambi dg Proklamasi Orang Kayo Hitam tgl 1 Al-Muharam 908H matau tgl 16 Juli 1502M. Kerajaan atau Kesulthonan Islam bertahan selama 404 tahun. Jambi bersatu karena taat kepada “Hukum Adat Melayu Jambi, 5 Ganjil, 4 Genap, 9 Sempurno, yaitu : Pucuk Undang Nan Limo sumber dan jiwa hukum adat, Hukum Dasar yaitu Adat Nan Empat, dan Hukum Adat Basendi Syarak 9 Pucuk”, kemudian gelar Rajo menjadi Sulthan masa Abdul Kahar/Pengeran Kedah 1615-1643. Sejak th 1502-1904 terjadi regenerasi Sulthan “Patah Li baganti Li lapuk pua jelipung tumbu, Hidup gedang silih baganti Mati silih batumbah bak napuh di ujung tanjung hilang sikuk baganti sikuk”,berturut-turut 4 Rajo & 17 Sulthan hingga Sulthan Taha.
Karno Jambi tidak bersatu, tidak taat hukum adat basendi syarak, “Maka Jambi dapat dijajah bangsa Asing 39 th, 36 tahun oleh Belanda, 3 tahun 5 bulan oleh Jepang”.
Usai perang Depati Parbo Kerinci 1903 dan H.Umar Pungut 1905, gugur Sulthan Thaha Syaifuddin tgl 27 April 1904 & Rd.Mat Thaher 1907, Serikat Abang Abdul Wahid Sri Maharajo Batu Lubuk Madrasah Sei Ketalo Tebo Ilir yang membunuh Controleur tgl 12 Juli 1916 dipatahkan Kol. Kroesen 1920.
Tgl 2 Juli 1906M Reciden .O.L.Helfrich dilantik jadi Reciden Jambi, dg SK. Gub. Jederal Batavia No.20 Th 1906 tgl 4 Mei 1906, Jambi resmi dijajah Nederlansch Indie dengan 13 Reciden Jambi orang Belando, sejak itu “Lapuk pua Jelipung tumbuh menurut adat”. Reciden A.L.Kamerling th 1915 memindahkan Kerinci Rendah: Daerah Serampas, Sungai Tenang, Peratin Tuo, Senggerahan, Tiang Pumpung dan Pembarab kedaerah Merangin dg alasan untuk memudahkan administrasi, ini politik Devide Et Inpera. Kemudian terjadi “Patah Li Baganti Li menurut adat”, karno Reciden Belanda diganti Reciden Jepang Seky Tojoo SW Chokan, sejak tgl 9 Maret 1942 s/d tgl 14 Agus 1945. Jambi Merdeka tgl 17 Agus 1945 bersama NKRI,
Pada tgl 18 Agus 1945 disahkan UUD, Sumatera jadi 1 Provinsi dg Gubernur Mr.Teuku M.Hasan di Medan, maka Jambi masuk Provinsi Sumatera dg Reciden : 1.DR.Sagaf Yahya sejak tgl 18 Agus 1945 s/d tgl 1 Des 1945M, ada 3 bulan tidak banyak berbuat karno darurat, dan kantor Reciden belum jelas letaknya. 2.Rd.Inu Kertapati pewaris Kesulthanan Jambi, sejak tgl 2-12-1945-1950, beliau bercita-cita “Bahwa Jambi adalah Untuk Orang Jambi”, berpenduduk kurang lebih 500.000 jiwa (tidak masuk Kerinci). Maka tgl 18 April 1946 KNI (Komite Nasional Indonesia) Bukittinggi, membagi Sumatera 3 Sub Provinsi sbb :
1). Prov. Sumatera Utara ibukota Medan :
Meliputi daerah Aceh, Sumatera Timur, Tapanuli, di kepalai Gubernur Muda.
2). Provinsi Sumatera Selatan di Palembang, Meliputi daerah Bangka Belitung, Lampung, Bengkulu, dikepalai Gubernur Muda.
3). Provinsi Sumatera Tengah Bukittinggi, Meliputi: Riau, Sumbar, Jambi, dikepalai Gubernur muda Ruslan Mulyo Harjo.
Waktu sidang KNI Bukit Tinggi hadir Syamsul Bahrun wakil Jambi, putusan voting Jambi masuk Sumatera Tengah, SK Gub.Sumatera No.143 th 1946, disahkan dg UUNo.10 th 1948.
Dan sejak 1948 rakyat berjuang ingin mendirikan Provinsi Jambi tetapi terhalang agresi keI, keII Belanda, mereka sbb :
a. Kabupaten Merangin meliputi: Kewedanaan Bangko, Sarolangun, Ma Bungo, Ma Tebo.
b. Kab. Batanghari, meliputi: Kewedanaan Jambi Luar Kota, Kuala Tungkal, dan Muaro Tembesi. 3.Kota Besar Kotapraja Jambi, ditetapkan dg UUNo. 22 th 1948 jo UU No.1 th1957M.
Maka sejak tahun 1952 muncul organisasi perjuangan dirikan Provinsi ada 14 langkah yang dilalui sbb:
1. Hp.Marbari. Himpunan Pemuda Merangin dan Batanghari, ber diri pada tgl 22 Mei 1952 di Jakarta, anggotanya Kab. Merangin, Kab.Batanghari, dan Kota Besar Jambi.
2. Fropedja. Forum Pemuda Djambi berdiri tgl 21 Feb 1954, Rapat Sungai Mas Bangko, menuntut agar Jambi jadi Provinsi Jambi, disampaikan ke Wakil Presiden RI Drs.M.Hatta di Bangko tgl 12 April 1954M, beliau dari Bukittinggi hendak ke Jakarta.
3. Kongres Pemuda Tuntut Berdiri Provinsi 3-5-1954M
- Hp Merbari ingin Jambi bergabung ke Sumsel.
- Fropedja ingin Jambi jadi Prov. Jambi.
- Kelompok lain ingin Jambi di Sumatera Tengah.
4. Kongres Rakyat Jambi tgl 30 April s/d 3 Mei 1954,“Secara aklamasi putuskan bahwa keresidenan Jambi (implisit Kerinci) jadi Provinsi”, diutus delegasi ke Mendagri Prof.DR.Mr.Hazairin, yaitu: AT.Hanafiah, R.Abdullah, H.Said, Syamsul Bahrun, berjuang agar Jambi jadi Provinsi Jambi.
5. Kongres Pasirah 18 Juni 1955M Ma Tebo. Kongres Pasirah/DPM, pada hari Minggu, Senin, Selasa tgl 16,17,18 Juni 1955,menuntut agar Jambi jadi Provinsi, diutus 1.Basarudin Pasirah Nalo Tantan 2.M.Yutar menyerahkan resolusi kepada Mendagri Jakarta.
6.Kongres Fropedja (ja) 1955M di Sarolangun.Kongres Fropedja hari Sabtu 1 Jan 1955 untuk mengkaji ulang putusan kongres sebelumnya, mereka didukung:
1). A.Laman Patih Kab.Merangin,
2). Yusuf Nasri Wedana Sarolangun,
3). M. Saidi Wedana Bangko,
4). Rd.M.Syariefs Wedana Ma Bungo,
5). M.Soehoer Wedana Ma Tebo,
6). Camat dan Pasirah Kab. Merangin, Menambah semangat juang Fropedja “Tidak mundur barang setapak walau selangkah belum maju”,mereka sepakat “Terhampai sama kering terbenam sama basah”.
7. Tuntutan DPRDS Kabupaten Merangin. Hari Minggu tgl 13 Maret 1955 DPRDS Kab.Merangin bersidang menuntut agar Jambi jadi Provinsi didukung Bupati Merangin A.DJardjis Bustami asal Sumbar.
8. Tuntutan DPRDS Kabupaten Batanghari, Hari Sabtu tgl 2 April 1955 DPRDS Kab.Batanghari ber sidang menuntut agar Jambi menjadi Provinsi, didukung Bupati Maddo Langgeng asal Sulawesi.
9. Rapat Raksasa Muara Tebo April 1955M, Rapat Raksasa dihadiri 41 utusan Marga Daerah Jambi. Rapat itu : Sabtu, Minggu, Senin tgl 16,17,18 April 1955tuntut Pemerintah Pusat agar Jambi menjadi Provinsi Jambi.
10. Kongres Rakyat Daerah Jambi Juni 1955M, Kongres Rakyat Daerah Jambi tgl 14,15,16,17,18 Juni 1955M, dihadiri 376 orang, hadir Gub.Sumatera Tengah Ruslan Mulyoharjo, M.Nasrun Komisi Urusan Daerah Otonom.
11. Resepsi Kongres Pemuda Lahir BKRD. Resepsi Kongres Pemuda pada Jum’at tgl 15 Juli 1955 dg kata sambutan Bapak Syamsul Bahrun, lalu dibentuk Badan Kongres Rakyat Djambi (BKRD). Maka Sabtu tanggal 16 Juli 1955 BKRD sidang pleno, mengutus 1.H.Hanafie, 2.Ibrahim, 3.Raden Soehoer. Untuk menemui Mendagri, Parlemen Pusat.
12. BKRD Berunding Dg Dewan Bateng th 1956M. Senin tgl 20 Des 1956 Letkol M.Husien Ketua Dewan Banteng ambil alih Pemerintahan dari Gub Sumatera Tengah bpk Ruslan Mulyo Hardjo, otomatis Jambi dibawah Dewan Banteng. Pada tgl 26 Des 1956 Maka Ketua BKRD dan Ketua Dewan Banteng berunding tentang tuntutan rakyat Jambi. Maka tgl 31 Des 1956 Panglima TT.II Sriwijaya Penguasa Militer, maklumat No.PM. 001/12/1956, “Palembang, Jambi, Lampung, Bengkulu dalam Darurat Perang (Staat van oorlog envanbeleg) Keppres No.201 Th 1956 tgl 29 Des. 1956”.
13. Proklamasi Pemuda Jambi Menjadi Provinsi. Kongres Pemuda Daerah Jambi hari Sabtu tgl 5 Januari 1957 mendesak BKRD untuk paling lambat hari Kamis tgl 9 Januari 1957 secara defacto: Proklamirkan berdiri Provinsi Jambi secara sepihak, Putus hubungan dg Pemerintah Sumatera Tengah.
14. Proklamasi BKRD Berdiri Provinsi Jambi. Maka atas desakan Pemuda Jambi tsb, BKRD dalam Rapat “Minggu tgl 6 Januari tahun pada pukul 02,00 WIB”, BKRD mengambil putusan sbb:
1). Menyatakan Keresidenan Jbi menjadi Provinsi Jambi
2). Memutuskan hubungan Jbi dg Sumatera Tengah
3). Menunjuk Djamin Dt.Bagindo Carateker Gub. Jambi
Kemudian timbul isu-isu mengancam hidup matinya Provinsi Jambi, maka Rd.Marjoyo Pamuk mendirikan Gerakan Pembela Provinsi Djambi (GPPD), dg semboyan “Kalau Timbul Sama Terapung Tenggelam Sama Terbenam”.
Pada tgl 8 Jan 1957, Kabinet RI menyetujui berdiri Provinsi Jambi dan tgl 9 Jan1957 Dewan Banteng menyetujui berdiri Provinsi Jambi. Pada tgl 18 Jan 1957“Rapat Pleno Segi Tiga antara BKRD, Dewan Banteng, dan PanglimaT.T.II Sriwijaya Palembang, maka Dewan Banteng tgl 9 Januari 1957 menyetujui keputusan BKRD, tgl 8 Februari 1957 Ketua Dewan Banteng Letkol Ahmad Husein melantik Residen Djamin Datuk Bagindo sbg acting Gubernur dan H.Hanafi sbg wakil Acting Gubernur Provinsi Djambi, dg staff 11 orang yaitu:Nuhan, Rd.Hasan Amin, M.Adnan Kasim, H.A.Manap, Salim, Syamsu Bahrun, Kms.H.A.Somad. Rd.Suhur, Manan, Imron Nungcik dan Abd Umar, dikukuhkan dg SK.No.009/KD/U/LKPTS.
Tgl 9 Agus 1957 Presiden RI Ir. Soekarno menanda tangani UU Darurat No.19 Th 1957 Ttg Pembentukan Provinsi Sumbar, Riau dan Jambi. Dengan UU No. 61 tahun 1958 tgl 25 Juli 1958 maka UU Darurat No. 19 Tahun 1957 dinyatakan sbg Undang-Undang. Didalam UU No. 61 Th 1958 disebutkan pada pasal 1 hurup b, Daerah Jambi wilayahnya mencakup Kab.Batanghari, Kab.Merangin, Kotapraja Jambi serta Kecamatan Kerinci Hulu, Tengah dan Hilir. Presmian pertama berdiri Propinsi Jambi Juma’at tgl 8 Feb 1957, dihalaman rumah Residen Jambi (kini Gubernuran Jambi). Kata sambutan disampaikan“Bpk H.Hanafie, yang memukau dan membangkit semangat juang rakyat”
Dengan Rahmat Allah “Provinsi Jambi berdiri secara defacto pada hari Minggu tgl 6 Januari 1957 atau Ahad tgl 5 Jumadil Akhir 1376H pukul 02,00. WIB dini hari”. Maka ditetapkan dg “Perda No. 1 Tahun 1970 tgl 7 Juni 1970 tentang Hari Lahir Provinsi Djambi adalah tgl 6 Januari 1957M”.
II. KONGRES RAKYAT KERINCI 12-1-1957M.
Setelah 6 hari Jambi menjadi Provinsi terjadi Kongres Rakyat Kerinci tgl 12 Jan1957, dan Kerinci bergabung dg Jambi tgl 10 Nop 1958, setelah 23 bulan Jambi jadi Provinsi, Masuknya Kab Kerinci ke Provinsi adalah “Jasa Bapak Datuk Sati Depati Anom” mantan Kepala Mendapo Keliling Danau sbb:
1). Dt.Sati Depati Anom Menemui Reciden. Pada Sabtu tgl 1 Juni 1946, Dt.Sati Depati Anom datang menemui Rd.Inu Kertapati Residen Jambi, beliau minta Kerinci balik ke Jambi, maka Inu Kertapati Residen Jambi mengusulkan kepada Gubernur Sumatera di Medan, tapi tidak ada penyelesaian.
2). Dt.Sati Depati Anom Menemui Fropedja, 10 th kemudian, Dt.Sati Depati Anom pada tgl 21 Feb.1954M/ tgl 17 Ramadhan 1373H, beliau ke Bangko beremu Fropedja Rapat Di Sungai Mas, memintak Kerinci masuk Jambi dan berkata :“Pucuk Jambi Sembilan Lurah tidak lengkap kalau Kerinci tidak ada. Kincai bukan Kincai kalau tidak berada di Jbi, Kincai ada di Jambi sejak Kesultanan Jambi”.
Kerinci adalah suku Melayu Tua zaman Neolitikum (8.000-7.000th yl), berada dibawah Pagaruyung, Inderapura, dan Jambi. Dahulu Kerinci bersifat Uni Sigindo, Uni Pamuncak, Uni Depati, pada tgl 15 Jan 1350, gelar sigindo dan gelar pamuncak, diganti dg Depati oleh Adityawarman yg datang ke Kerinci, dan sejak usai perang Kerinci Vs Jambi th1526, Kerinci masuk Jambi sampai tgl 31 Des.1921M.
Tetapi sejak tgl 1 Jan.1922M, Stbl. 1921 No. 708,709 jo 1922 No.66.4. Kerinci digabungkan dg PSK Sumbar tanpa persetujuan rakyat Kerinci dan Reciden Jambi. tgl 10 Nop 1958M, setelah 36 tahun Kerinci lepas dari Jambi, lalu kembali ke Jambi sebagai anak hilang, setelah 23 bulan atau 1 tahun 11 bulan Jambi menjadi Provinsi. Selama 9 tahun rakyat Kab.Merangain, Kab. Batanghari, dan Kotapraja Jambi” berjuang mati-matian untuk mendirikan Provinsi Jambi, dan baru berhasil “Hari Ahad tgl 5 Jumadil Akhir 1376H atau Minggu tgl 6 Januari 1957M pukul 02.00 WIB (dihimpun dari berbagai sumber)”.
Sumber Buku :
Sumpit Gading Damak Ipuh Karya : Muctar Agus Cholif.SHAdipati Cendikio Anggo Ganto Rajo
Penulis : Zamroni Aryo Karyo Siera Alam SaktiSekretaris Dubalang D4G7 Provinsi Jambi .
Redaksi


