Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Status Karhutla Muaro Jambi Naik Jadi Tanggap Darurat, Wabup Jun Mahir: Mobilisasi Cepat Personel dan Anggaran

27 Agustus, 2026 | Agustus 27, 2026 WIB Last Updated 2026-08-27T15:31:12Z



MUARO JAMBI, http://Jambitransnews.com, – Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi resmi menaikkan status penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) menjadi *Siaga Tanggap Darurat Bencana*. Keputusan ini diambil setelah Wakil Bupati Muaro Jambi, Junaidi H. Mahir, memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Penanggulangan Karhutla di Ruang Ridan, Kantor Bupati Muaro Jambi, Kamis (27/08/2026).

Rapat lintas sektoral tersebut dihadiri oleh Kajari Muaro Jambi Karya Graham Hutagaol, S.H.,M.Hum., Kapolres Muaro Jambi AKBP Bayu Noormansyah, S.H., S.I.K., M.H., Sekretaris Daerah Budhi Hartono,S.Sos., M.T., perwakilan Dandim 0415/Jambi, serta para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

Dipicu Banyak Titik Api di Jaluko dan Kemarau Panjang

Keputusan penetapan status Tanggap Darurat ini dipicu oleh maraknya titik api dan insiden kebakaran yang masih sering terjadi, terutama di wilayah Kecamatan Jambi Luar Kota (Jaluko). Kondisi tersebut kian diperparah oleh fenomena kemarau panjang yang melanda daerah tahun ini.

Dalam arahannya, Wabup Junaidi H. Mahir menegaskan bahwa penetapan status ini bertujuan untuk mempercepat mobilisasi personel, sarana prasarana, serta anggaran guna memadamkan titik api dan menanggulangi dampak luas yang ditimbulkan.

Dampak Karhutla Merembet ke 3 Sektor Vital

Dampak dari karhutla dan kemarau panjang ini telah merambah ke berbagai sektor vital di Muaro Jambi:

1. Sektor Kesehatan 

Kabut asap tebal memicu lonjakan kasus penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) secara signifikan di kalangan masyarakat, terutama di wilayah Muaro Jambi dan Kumpeh.

2. Sektor Pendidikan 

Guna melindungi kesehatan siswa, aktivitas pembelajaran tatap muka untuk jenjang PAUD, SD, SMP, hingga SMA/sederajat dialihkan sementara menjadi Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau daring.

3. Sektor Pertanian & Perikanan

Kemarau panjang dan kekeringan menyebabkan petani cabai merah mengalami kerugian besar akibat gagal panen. Selain itu, para petani ikan tambak di sepanjang kawasan Mendalo Laut hingga Sungai Duren mendapati pasokan air surut drastis yang mengakibatkan kematian massal pada ikan budidaya mereka.

Imbauan Wabup: Semua Pihak Bahu-membahu

Wabup Junaidi mengimbau seluruh Satgas Karhutla, jajaran TNI-Polri, OPD, serta masyarakat untuk bahu-membahu bergerak cepat di lapangan demi menekan munculnya titik api baru dan memulihkan kondisi sosial-ekonomi masyarakat.


"Kita semua harus bergerak cepat. Status tanggap darurat ini kita tetapkan agar penanganan bisa lebih cepat, terukur, dan tidak berdampak lebih luas lagi," tegas Wabup.(*)

  

Editor:* Redaksi http://Jambitransnews.com


×
Berita Terbaru Update