Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Kado Terindah untuk Sang Ayah: Sehari Jelang HUT ke-74, Dillah Raih Penghargaan Kehormatan dari IPDN

14 Agustus, 2026 | Agustus 14, 2026 WIB Last Updated 2026-08-14T16:06:23Z



JATINANGOR — Sebuah penghargaan datang pada waktu yang istimewa. Sehari sebelum H. Abdullah Hich genap berusia 74 tahun pada Sabtu, 15 Agustus 2026, putrinya, Hj. Dillah Hikmah Sari, Bupati Tanjung Jabung Timur, menerima penghargaan bergengsi dari Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN).

Dillah dianugerahi Kartika Pamong Praja Muda sekaligus menerima Lencana Alumni Kehormatan Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan yang diserahkan langsung oleh Rektor IPDN, Dr. Halilul Khairi, dalam upacara di Lapangan Parade Kampus IPDN Jatinangor, Jumat (14/8/2026).

Momentum tersebut terasa semakin istimewa karena penghargaan itu diterima tepat sehari menjelang hari ulang tahun sang ayah.

Bagi keluarga, capaian tersebut bukan sekadar penghargaan kelembagaan. Ada kebanggaan seorang ayah ketika mendengar putrinya memperoleh pengakuan atas kontribusi dalam membangun pemerintahan dan mengembangkan sumber daya manusia di daerah yang dipimpinnya.

Jika ulang tahun adalah momentum menerima doa dan harapan, maka penghargaan yang diterima Dillah hari ini seakan menjadi kado terindah untuk sang ayah.

Kado itu bukan berupa benda, melainkan sebuah pengakuan atas pengabdian putrinya dalam menjalankan amanah sebagai kepala daerah.

Penghargaan untuk Dillah, Kebanggaan untuk Keluarga IPDN memberikan penghargaan tersebut atas jasa dan kontribusi Dillah dalam pengembangan, pembangunan serta pemberdayaan kepamongprajaan dalam penyelenggaraan pemerintahan di Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Namun Dillah tidak memandang penghargaan itu sebagai keberhasilan pribadi. Ia justru menyebut penghargaan tersebut sebagai apresiasi terhadap komitmen seluruh pemangku kepentingan di Tanjung Jabung Timur yang memiliki visi bersama untuk membangun pemerintahan melalui kekuatan sumber daya manusia.

“Apresiasi ini adalah wujud dari komitmen seluruh pemangku kepentingan di Tanjabtim yang satu visi bersama kami bahwa pembangunan yang berkualitas harus dimulai dari positioning right man on the right place,” ujar Dillah. Pernyataan itu sekaligus menunjukkan arah pemikiran Dillah dalam membangun daerah: pembangunan tidak cukup hanya mengandalkan anggaran dan infrastruktur, tetapi harus dimulai dari kualitas manusia yang menjalankannya.

Warisan Nilai, Bukan Sekadar Warisan Nama Momentum penghargaan tersebut juga menarik untuk dilihat dari perspektif keluarga.

Seorang anak yang dipercaya memimpin daerah kemudian menerima penghargaan atas pengabdiannya kepada pemerintahan dan pembangunan tentu menjadi kebanggaan tersendiri bagi orang tua.

Terlebih, sehari setelah penghargaan itu diterima, sang ayah memasuki usia 74 tahun.

Kebahagiaan seorang ayah tentu bukan semata karena putrinya mendapatkan penghargaan, tetapi karena apa yang berada di balik penghargaan tersebut: kerja keras, tanggung jawab, pengabdian dan nilai-nilai yang dibawa dalam menjalankan amanah.

Di titik inilah penghargaan Dillah dapat dimaknai lebih dalam sebagai sebuah estafet nilai pengabdian.

Bukan sekadar tentang siapa yang menjadi pemimpin, tetapi bagaimana nilai-nilai yang diwariskan keluarga diterjemahkan menjadi kerja nyata untuk masyarakat.

Dillah: SDM Adalah Kunci Pembangunan Dillah juga menegaskan bahwa pembangunan sumber daya manusia tidak boleh eksklusif hanya untuk kalangan tertentu. Menurutnya, seluruh potensi SDM Tanjung Jabung Timur harus diberi ruang untuk berkontribusi. “Bukan hanya alumni IPDN saja, tetapi kami mengajak seluruh potensi SDM Tanjabtim untuk bersama-sama memberikan kontribusi nyata dalam menjalankan good governance dan good government,” katanya.

Ia meyakini aparatur pemerintahan di Tanjung Jabung Timur memiliki banyak talenta yang dapat menjadi kekuatan pembangunan. “Utamanya para aparatur yang kami yakini cukup kaya akan talenta-talenta yang punya etos kerja dan berintegritas baik,” lanjutnya.

Pesan tersebut menjadi relevan dengan makna besar pembangunan daerah: manusia adalah penggerak utama di balik setiap kebijakan. Jalan dan jembatan dapat dibangun dengan anggaran. Gedung dapat didirikan dengan perencanaan. Tetapi pemerintahan yang baik hanya dapat tumbuh jika dijalankan oleh manusia yang kompeten, berintegritas dan memiliki etos pengabdian.

Kado yang Datang Sehari Lebih Awal Besok, 15 Agustus 2026, H. Abdullah Hich genap berusia 74 tahun.

Namun sehari sebelumnya, sebuah kabar membanggakan telah lebih dahulu datang dari Jatinangor.

Putrinya, Dillah Hikmah Sari, berdiri di Lapangan Parade Kampus IPDN menerima penghargaan kehormatan atas kontribusinya dalam pemerintahan.

Barangkali tidak ada kado yang lebih bermakna bagi seorang ayah selain melihat anaknya tumbuh, dipercaya, kemudian mampu memberikan manfaat bagi banyak orang.

Penghargaan itu untuk Dillah. Tetapi kebahagiaannya boleh jadi juga menjadi milik sang ayah.

Dan pada akhirnya, penghargaan tersebut bukan hanya tentang sebuah lencana yang disematkan, tetapi tentang perjalanan pengabdian seorang anak, kebanggaan seorang ayah, serta pesan yang lebih besar bahwa pembangunan bangsa selalu bermula dari manusia-manusia yang mau mengabdi dan bekerja untuk daerahnya.***


Editor; Jambitransnews.com

×
Berita Terbaru Update