Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Taman Tugu Juang Kelurahan Sengeti, Ikon Sejarah Kota Juang Muaro Jambi

12 Agustus, 2026 | Agustus 12, 2026 WIB Last Updated 2026-08-12T11:15:02Z




Penulis: H. Amrullah, S.Ag., M.M. Ketua Lembaga Adat Melayu Kabupaten Muaro Jambi.


MUARO JAMBI, http://JAMBITRANSNEWS.COM,–Berdiri kokoh di simpang tiga Jalan Lintas Timur Jambi-Riau, Taman Tugu Juang Kelurahan Sengeti kecamatan Sekernan menjadi saksi bisu perjuangan rakyat Kabupaten Muaro Jambi dalam mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia.

Tugu Juang ini dibangun pada tahun 1983 dan menjadi miniatur monumen kebanggaan masyarakat Kelurahan Sengeti khususnya masyarakat Kabupaten Muaro Jambi. Keberadaannya melambangkan peristiwa pertempuran antara Tentara Nasional Indonesia, masyarakat sipil, dan tokoh masyarakat melawan tentara kolonial Belanda pada masa Agresi Militer II tahun 1948-1949.

*Sengeti, Basis Perjuangan Agresi Militer II*

Pada tahun 1948-1949, Kelurahan Sengeti menjadi basis gerilya TNI bersama masyarakat sipil. Wilayah ini sering menjadi lokasi kontak senjata dan penyerangan terhadap tentara Belanda. 

Pasar Sengeti pada masa itu bahkan dijadikan markas persinggahan tentara dan petinggi kolonial Belanda. Karena itulah pasar tersebut pernah dibakar oleh TNI sebagai bentuk perlawanan.

Sebagian besar masyarakat Sengeti saat itu menguasai perkebunan di seberang Pasar Sengeti, Pematang Keramat, hingga ke daerah Sungai Macang. Hanya sebagian kecil yang menetap di pemukiman.

Tahun 1949, situasi dinyatakan aman melalui selebaran yang disebar pesawat terbang Republik Indonesia. Masyarakat menyebutnya sebagai "Merdeka Kedua", setelah "Merdeka Pertama" pada 17 Agustus 1945.

*Makna Filosofi Tugu Juang Sengeti*

Tugu Juang memiliki 3 patung yang masing-masing memiliki makna:

1. Prajurit TNI berseragam memegang pistol → Melambangkan perlawanan dari pihak TNI.

2. Warga sipil memegang senapan* → Melambangkan perlawanan rakyat sipil.

3. Tokoh masyarakat dengan bambu runcing* → Melambangkan perlawanan para tokoh masyarakat.

Ketiganya berdiri di atas pondasi kokoh yang melambangkan persatuan TNI, masyarakat sipil, dan tokoh masyarakat dalam membela kebenaran dan mempertahankan kemerdekaan.

Bentuk segitiga pada monumen juga melambangkan perlawanan dari tiga arah kedatangan tentara Belanda, yakni dari Jambi melalui jalan darat, Sungai Batanghari, dan dari arah Kuala Tungkal.

*Kota Juang dan Warisan Sejarah*

Dengan adanya tugu ini, masyarakat Kelurahan Sengeti sangat berterima kasih kepada pemerintah yang telah menetapkan wilayah ini sebagai Kota Juang. Ini menjadi bukti sejarah dan warisan yang tak terlupakan bagi generasi muda di Bumi Akso Dano Setya Dirajo.

"Tugu ini bukan hanya monumen, tetapi juga pengingat bahwa perjuangan merebut dan mengisi kemerdekaan harus dilanjutkan dengan pembangunan dan persatuan," ujar H. Amrullah.

Hingga kini, Taman Tugu Juang Sengeti menjadi salah satu ikon sejarah sekaligus destinasi edukasi bagi masyarakat Muaro Jambi untuk mengenang jasa para pahlawan.****

Penulis: H. Amrullah, S.Ag., M.M. Ketua Lembaga Adat Melayu Kabupaten Muaro Jambi.

Editor: Jambitransnews.com

×
Berita Terbaru Update