MUARO JAMBI, http://Jambitransnews.com* – Puluhan wartawan media cetak, online, dan elektronik di Kabupaten Muaro Jambi bersama jajaran TNI dan Polri turun langsung membagikan ribuan masker kepada masyarakat. Aksi ini sebagai bentuk kepedulian terhadap dampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang mulai mengganggu aktivitas warga.
Kegiatan tersebut dilaksanakan di ruas Jalan Nasional penghubung Muaro Jambi – Pekanbaru, tepatnya di kawasan Tugu Juang Sengeti, Rabu (26/08/2026) sore.
Tampak hadir dalam aksi sosial ini Danramil Sengeti Kapten Inf Kusnaedi, Kapolsek Sekernan AKP Agung Heru Wibowo, S.H., M.H., serta para jurnalis dari berbagai media. Bersama personel TNI-Polri, para jurnalis membagikan masker kepada pengendara dan warga yang melintas di jalur tersebut.
Karhutla Capai 300 Hektare, Kualitas Udara Menurun
Berdasarkan data di lapangan, kebakaran hutan dan lahan di wilayah Provinsi Jambi hingga kini masih terjadi. Luas lahan yang terbakar dilaporkan telah mencapai hampir 300 hektare lebih.
Kondisi tersebut memicu munculnya kabut asap yang berpotensi menurunkan kualitas udara dan mengancam kesehatan masyarakat, termasuk warga di Kabupaten Muaro Jambi.
Paparan asap karhutla dalam jangka waktu tertentu dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan, terutama Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Karena itu masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah.
Sinergi Pers dan Aparat
Heru Kristiaji, jurnalis Metro TV, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian insan pers terhadap masyarakat yang terdampak kabut asap.
"Jurnalis tidak hanya memiliki peran dalam menyampaikan informasi kepada publik, tetapi juga dapat mengambil bagian dalam kegiatan sosial di tengah kondisi darurat lingkungan," ujarnya.
Sementara itu, Kapolres Muaro Jambi AKBP Bayu Normansyah menyampaikan apresiasi terhadap kepedulian para jurnalis yang ikut turun langsung membantu masyarakat.
"Sinergi antara insan pers dan TNI-Polri ini diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus mengingatkan seluruh pihak untuk bersama-sama meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman karhutla," ujarnya.
Imbauan
Masyarakat juga diimbau untuk tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran serta segera melaporkan apabila menemukan titik api di wilayah masing-masing.
Di tengah kondisi kabut asap yang masih menyelimuti sejumlah wilayah, upaya pencegahan dan penanganan karhutla membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Tidak hanya pemerintah dan aparat, tetapi juga dunia usaha, media, komunitas, serta masyarakat umum.
Aksi pembagian ribuan masker ini diharapkan menjadi pesan kuat bahwa persoalan karhutla dan dampak kabut asap merupakan tanggung jawab bersama yang harus ditangani secara serius demi melindungi kesehatan dan keselamatan masyarakat.(*)
Editor:* Redaksi http://Jambitransnews.com






