Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Dari Lahan 3 Hektare, Petani Rantau Rasau Disiapkan Jadi Penangkar Benih Kedelai

19 Agustus, 2026 | Agustus 19, 2026 WIB Last Updated 2026-08-19T04:34:34Z



RANTAU RASAU — Lahan seluas tiga hektare di Kelompok Tani Bambu Runcing, Kecamatan Rantau Rasau, Tanjung Jabung Timur, mulai diarahkan bukan sekadar menjadi lahan produksi kedelai konsumsi, tetapi sebagai sumber benih untuk mendukung kebutuhan kedelai di daerah lain.


Program tersebut merupakan bagian dari pemberdayaan petani yang dilakukan Institut Pertanian Bogor (IPB) bekerja sama dengan Kelompok Tani Bambu Runcing. Program bersama Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Dikti) ini mulai berjalan pada 2026 dengan fokus pengembangan benih kedelai varietas Detap.

Varietas Detap dipilih karena memiliki salah satu keunggulan penting bagi petani, yakni tahan pecah polong. Karakter tersebut dinilai dapat membantu menekan potensi kehilangan hasil menjelang panen.


Dengan luas lahan sekitar tiga hektare, produksi benih setelah melalui tahapan pengujian diperkirakan mencapai 5 ton. Jika mengacu pada kisaran harga benih Rp13.000 hingga Rp15.000 per kilogram, potensi nilai produksinya berada di kisaran Rp65 juta hingga Rp75 juta.

Namun, hasil produksi tersebut belum langsung dipasarkan karena saat ini masih dalam proses sertifikasi. Sertifikasi akan dilakukan oleh Balai Pengawasan dan Sertifikasi Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Jambi.


Program ini mendapat pendampingan dari tim IPB, antara lain Prof. Munif Ghulamahdi dan tim, yang mendampingi petani dalam pengembangan budidaya dan produksi benih.

Bukan Sekadar Tanam dan Panen

Pengembangan kedelai sebagai penangkar benih dinilai memiliki prospek ekonomi yang lebih menarik dibandingkan hanya memproduksi kedelai konsumsi.

Harga benih relatif lebih tinggi dan cenderung memiliki standar harga yang lebih jelas. Selain itu, kebutuhan benih kedelai secara nasional masih terbuka, baik untuk memenuhi program pemerintah maupun kebutuhan pihak swasta.

“Lebih menguntungkan sebagai penangkar benih karena harga relatif tinggi dan stabil, sepanjang kita mampu mencari peluang pasar, baik swasta maupun pemerintah. Kebutuhan benih secara nasional juga relatif tinggi,” demikian penjelasan tim pendamping.

Produksi benih dari Rantau Rasau ini bahkan diproyeksikan untuk mendukung pengembangan kedelai di Sumatera Utara. Benih yang dihasilkan saat ini berpeluang diserap oleh PT Agrinas untuk selanjutnya dikembangkan di wilayah tersebut.


Pasar dan Harga Lebih Terukur

Salah satu persoalan yang kerap dihadapi petani kedelai konsumsi adalah fluktuasi harga. Kondisi tersebut berbeda dengan benih kedelai yang memiliki standar dan persyaratan tertentu dari pemerintah.

Karena itu, pengembangan penangkaran benih dinilai lebih memberikan kepastian usaha apabila diikuti dengan sertifikasi dan kepastian pasar.

Untuk Tanjung Jabung Timur, arah pengembangan juga didorong agar petani tidak harus bersaing langsung di pasar kedelai konsumsi yang harganya fluktuatif.

“Untuk Tanjung Jabung Timur, sesuai arahan Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura, kita fokus saja sebagai penangkar benih,” ungkap tim pendamping.

Didorong Berkelanjutan

Program yang dimulai pada 2026 ini diharapkan tidak berhenti setelah satu musim tanam. Ke depan, pengembangan akan diarahkan menjadi program berkesinambungan melalui pola plasma, terutama untuk memperkuat pembiayaan sarana produksi dan memastikan pasar hasil produksi.

Dengan pola tersebut, petani tidak hanya menjadi pelaksana budidaya, tetapi secara bertahap dapat tumbuh sebagai penangkar benih yang memiliki posisi dalam rantai pasok benih kedelai.

Bagi Tanjung Jabung Timur, langkah ini membuka peluang baru. Dari lahan tiga hektare di Rantau Rasau, petani tidak hanya menghasilkan kedelai, tetapi mulai membangun bisnis benih yang pasarnya dapat menjangkau lintas provinsi.

Jika sertifikasi dan pasar berjalan sesuai rencana, lahan Bambu Runcing bisa menjadi salah satu titik awal pengembangan penangkar benih kedelai di daerah tersebut.***


Redaksi

×
Berita Terbaru Update