Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Update 21 Juni 2026: Cabai Merah & Rawit di Pasar Sengeti Kompak Naik Rp5.000 per Kilo

21 Juni, 2026 | Juni 21, 2026 WIB Last Updated 2026-06-21T04:11:57Z



SENGETI, MUARO JAMBI,– Emak-emak di Kecamatan Sekernan, Muaro Jambi, harus putar otak lebih kencang untuk urusan belanja dapur. Pasalnya, sejumlah harga kebutuhan pokok di Pasar Sengeti terpantau naik sejak akhir pekan ini, Minggu, 21 Juni 2026.

Kenaikan paling terasa di komoditas cabai, bawang, dan tomat. Rata-rata naik Rp5.000 per kilogram dibanding harga normal pekan lalu.

*1. Daftar Harga Sembako di Pasar Sengeti Hari Ini*

Dari pantauan di lapangan, berikut rincian harga eceran yang bikin dompet emak-emak menjerit:

**Komoditas** **Harga Sekarang**

**Harga Normal** **Naik**

**Tomat** Rp 20.000/kg sebelumnya Rp 15.000/kg naik Rp 5.000 / kg.

**Cabai Merah** Rp 40.000/kg sebelumnya Rp 35.000/kg naik Rp 5.000/

**Cabai Rawit Kecil** Rp 55.000 - 60.000/kg Rp 40.000/kg Rp 15.000 - 20.000

**Bawang Merah** Rp 40.000/kg sebelumya Rp 35.000/kg naik Rp 5.000

**Bawang Putih** Rp 40.000/kg sebelumnya Rp 35.000/kg naik Rp 5.000

**Tempe** Rp 5.000/biji Tetap -

**Tahu** 6 biji Rp 5.000 Tetap -

Untuk tahu dan tempe, pedagang menyebut harga masih stabil. _“Kalau tahu tempe biasalah, kita ecer tempe 5000 per biji, tahu 6 biji 5000,”_ kata salah satu pedagang.

*2. Pedagang: “Modal di Angso Duo Memang Naik”*

Dedi Susanto, salah satu pedagang sayur di Pasar Sengeti, membenarkan adanya kenaikan. Menurutnya, harga mulai merangkak naik sejak akhir bulan ini.

_“Kenaikan harga cabai, bawang merah, bawang putih, sama tomat mulai akhir bulan ini. Naik tipis dari biasanya, sekitar 5000 per kilonya,”_ ujar Dedi, Minggu 21/6/2026.

Ia menambahkan, penyebabnya karena harga modal dari Pasar Angso Duo Jambi juga sudah naik. _“Kita beli di Angso Duo memang naik. Cabai merah modal kita aja Rp 40 ribu sekilo. Di Angso Duo kita beli Rp 35 ribu per kilo, belum ongkos,”_ jelasnya.

Khusus cabai rawit kecil, lonjakannya paling tinggi. Dari harga normal Rp 40 ribu, kini pedagang harus menjual Rp 55 ribu hingga Rp 60 ribu per kilo agar tidak rugi.

Para pedagang memperkirakan harga masih akan bertahan tinggi sampai pasokan dari petani di Kerinci dan Sumatera Barat kembali normal. Faktor cuaca dan ongkos angkut disebut jadi penyebab utama..(**)



Editor: Sutan Muda Daulay

×
Berita Terbaru Update