MUARO JAMBI,– Desa Pudak, Kecamatan Kumpeh Ulu* menggelar Haul ke-2 Syech Raden Abdul Syafi’* atau yang dikenal dengan Datuk Ranggo , leluhur sekaligus tokoh pendiri Desa Pudak , Kamis ,25 Juni 2026
Kegiatan sakral ini terlaksana berkat kerjasama Pemerintah Desa Pudak dengan keturunan langsung dari *Datuk Ranggo*. Hadir *Camat Kumpeh Ulu Junaidi, S.E., Danramil Pijoan, Kapolsek Kumpeh Ulu, KUA Kumpeh Ulu, Ketua MUI Kecamatan Kumpeh Ulu Kyai Imam Mawardi , Ketua BPD, Kadus, Ketua RT, tokoh agama, tokoh adat, dan karang taruna..
Amin, salah satu keturunan langsung Datuk Ranggo , menyampaikan terima kasih kepada Kepala Desa dan Pemerintah Desa Pudak* yang telah memasukkan Haul Datuk Ranggo menjadi kalender resmi desa setiap tanggal 10 Muharram.
Aminto, selaku Kepala Desa Pudak, menegaskan haul bukan sekadar seremoni.
"Saya berharap kepada kita semua, warga dan keturunan *Datuk Ranggo*, jangan melaksanakan hanya sekadar seremoni saja. Namun mesti kita ambil nilai positifnya. Selain menjalin tali silaturahmi juga mengingatkan kesadaran kita semua akan sejarah berdirinya *Desa Pudak* lebih kurang *156 tahun* yang lalu," ujar Kades Aminto.
Pada kesempatan yang sama, Camat Kumpeh Ulu Junaidi, S.E. menyebut haul ini tonggak sejarah penting.
Ini sejarah, ini tonggak awal untuk kita mengerti sejarah pendiri Desa Pudak*. Untuk itu saya berpesan kepada semua ahli waris keturunan untuk mengumpulkan data dan silsilah lengkap Datuk Ranggo, juga masyarakat Desa Pudak umumnya. Tidak menutup kemungkinan bisa kita daftarkan menjadi Cagar Budaya Kabupaten Muaro Jambi," tegas *Camat Junaidi, S.E.
Junaidi berharap Haul ke depan dapat lebih meriah dan dapat dihadiri Bupati Muaro Jambi dan pejabat Kabupaten Muaro Jambi.
Rangkaian *Haul Syech Raden Abdul Syafi’ atau Datuk Ranggo atau Pesirah Ranggo Syafi’ diisi dengan pengiriman doa dan munajat kepada Allah SWT. Tausiyah disampaikan oleh Ketua MUI Kecamatan Kumpeh Ulu Kyai Imam Mawardi.
SEJARAH SINGKAT DATUK RANGGO:
Dalam kegiatan Haul tersebut, tokoh masyarakat setempat juga mengulik sedikit cerita sejarah tentang Datuk Ranggo yang didapat dari berbagai literasi. Diketahui, Datuk Ranggo bernama asli Syech Raden Abdul Syafi’ merupakan anak dari Syech Raden Abdullah Rahman , dan cucu dari Datuk Syech Paku Haji.
Beliau lahir di Banten pada tahun 1825 Masehi / 1240 H. Datuk Ranggo meninggal di Pudak pada tahun 1902 Masehi / 1319 H. Datuk Ranggo memiliki dua orang istri. Istri pertama bernama *Nyai Menda* dan istri kedua bernama *Siti Ayu Kumala*..(*)
Editor Sutan Muda Daulay.




