Jambitransnews.com,- Pemerintah Kabupaten Batang Hari, Provinsi Jambi, berupaya memaksimalkan lahan kering untuk program penanaman jagung, saat ini untuk luas tanam telah mencapai 109 hektare dan diperkirakan akan terus bertambah.
Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pangan, Pertanian, dan Perikanan Kabupaten Batang Hari, Roma Uliana di Muara Bulian, Senin 1/12/2025, mengatakan bahwa penanaman jagung diarahkan untuk memaksimalkan pemanfaatan lahan kering yang ada di wilayah sekitar.
"Pendistribusian benih jagung untuk program tanam pada tahun 2025 telah dilakukan dengan alokasi sebesar 4.725 kg untuk 315 hektare," katanya.
Selain itu, pihaknya sejak awal telah mengusulkan CPCL untuk 433 hektare, namun terkendala oleh keterbatasan dari pusat. Namun, pemerintah terus berupaya dan mengusulkan kembali bantuan untuk 315 hektare yang sudah datang serta dropping pada minggu lalu.
Ia juga menjelaskan untuk saat ini pihaknya terus memantau perkembangan untuk lahan-lahan yang sudah disiapkan untuk bisa langsung ditanam mengingat kondisi cuaca saat ini.
"Karena benih juga baru datang kami tetap memantau apakah bisa langsung kita tanam,"ujarnya
Untuk lahan kering jauh dari bantaran sungai diperkirakan bisa langsung ditanam, namun resiko yang di pinggir sungai karena khawatir di akhir penghujung tahun ini curah hujan tinggi dan menggenangi.
Dengan upaya maksimalkan lahan kering, diharapkan produksi jagung di Batang Hari dapat meningkat dan membantu meningkatkan pendapatan petani serta ketahanan pangan daerah.
Sementara itu, Program penanaman jagung tersebut di bantu oleh dana desa seperti untuk pembelian saprodi bibit, pupuk, serta biaya lainnya dan biaya olah lahan.
Untuk bantuan benih tersebut diterima di delapan kecamatan yaitu Kecamatan Muara Tembesi, 90 kilogram, Mersam 570 kilogram, Batin XXIV 705 kilogram, Bajubang 795 kilogram, Pemayung 210 kilogram, Maro Sebu Ilir 1.575 kilogram, Maro Sebu Ulu 165 kilogram dan Kecamatan Muara Bulian 615 kilogram..(zom)
Redaksi


