Jambitransnews.com,- Bupati Muhammad Fadhil Arief menerapkan beberapa program inovatif untuk menekan angka stunting di Kabupaten Batang Hari
Salah satunya adalah program "Bapak Asuh Anak Stunting", di mana perusahaan-perusahaan di Batanghari dilibatkan untuk memberikan bantuan kepada anak-anak yang mengalami stunting.
Selain itu, Pemkab Batanghari juga bekerja sama dengan Tanoto Foundation dalam program SIGAP untuk meningkatkan kualitas pengasuhan anak usia dini.
Selain program Bapak Asuh Anak Stunting dan SIGAP, Pemkab Batanghari juga punya beberapa program lain untuk mencegah stunting.
Salah satunya adalah program pemberian makanan tambahan untuk ibu hamil dan balita. Ada juga pelatihan untuk kader posyandu dan petugas kesehatan tentang cara mendeteksi dan mencegah stunting.
Pemerintah juga fokus memperbaiki sanitasi dan akses air bersih di daerah-daerah rawan stunting.
Pada acara Hasil Kerja Team Percepatan Penurutan Stunting Kabupaten Batang Hari Tahun 2024 melalui Program Dokter Tangguh, Rumah Bunda, Penyuluh Pertanian Tangguh dan Motivator Tangguh uang membantu dalam Penanganan Stunting di Kabupaten Batang Hari pada acara Penilaian Kinerja (PK) Aksi Konvergensi Stunting Kabupaten/Kota Se-Provinsi Jambi Tahun 2025, Rabu (02/07/25).
Dalam pencegahan Stunting Pemkab Batang Hari juga bekerja sama dengan program Dokter Tangguh. Program ini melibatkan dokter-dokter spesialis anak untuk memberikan konsultasi dan pendampingan kepada keluarga yang memiliki anak stunting.
Yujuannya adalah untuk memastikan anak-anak stunting mendapatkan penanganan medis yang tepat dan komprehensif
Dikatakan Fadhil Arief program Dokter Tangguh ini merupakan salah satu inovasi Pemkab Batang Hari dalam meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat.
Program Dokter Tangguh ini memang inovatif! Dokter-dokter yang tergabung dalam program ini tidak hanya memberikan layanan kesehatan di puskesmas atau rumah sakit, tetapi juga aktif mengunjungi rumah-rumah warga, terutama yang berada di daerah terpencil.
Mereka memberikan layanan kesehatan gratis, konsultasi, dan edukasi tentang kesehatan.
"Program ini menyediakan layanan kesehatan gratis dan jemput bola, terutama bagi masyarakat yang tinggal di daerah terpencil atau sulit mengakses fasilitas kesehatan,"(zom)
Redaksi