KOTA JAMBI,-Semangat nasionalisme dan eratnya tali silaturahmi mewarnai peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 oleh Keluarga Besar Muna Thaha Tahtul Yaman Kota Jambi.
Pesta rakyat berupa serangkaian perlombaan tradisional yang berlangsung meriah dikediaman Muzakkir di RT 10, Kelurahan Tahtul Yaman, Kecamatan Pelayangan, Kota Jambi itu diikuti oleh keluarga besar.
Sejak pagi, gelak tawa dan sorak-sorai penonton menggema saat seluruh lapisan keluarga, dari balita hingga generasi tertua, turun langsung memeriahkan suasana. Namun sebelum kegiatan dimulai, peserta menyanyikan lagu Indonesia raya dan doa bersama.
Kemeriahan makin terasa melalui berbagai cabang perlombaan khas 17-an yang dipertandingkan. Mulai dari lomba makan kerupuk, memasukkan paku ke dalam botol, sarung estafet, tebak kata, hingga lomba kekompakan tim lainnya.
Tidak ada sekat antar-generasi, semua melebur dalam semangat kebersamaan dan sportivitas.
Menariknya, seluruh pendanaan acara hingga penyediaan hadiah bersumber murni dari swadaya dan sumbangan sukarela para anggota keluarga. Prinsip gotong royong inilah yang menjadi kunci konsistensi penyelenggaraan acara dari tahun ke tahun.
"Alhamdulillah, kegiatan ini selalu kami gelar setiap tahunnya. Selain untuk memeriahkan hari kemerdekaan Indonesia, momen ini menjadi wadah paling efektif untuk mempererat tali silaturahmi antar-sanak saudara yang mungkin sehari-hari sibuk dengan urusan masing-masing," ujar M. Najib perwakilan keluarga besar Muna Thaha.
Melalui kemeriahan di Kelurahan Tahtul Yaman ini, Keluarga Besar Muna Thaha berharap tradisi positif tersebut dapat terus diwariskan kepada generasi muda demi menjaga nilai-nilai kebersamaan, gotong royong, dan cinta tanah air di masa depan.
Ia pun menyisipkan harapan mendalam agar tradisi ini tak terputus di tengah arus zaman.
"Harapan saya, kekompakan ini tidak berhenti di generasi kita saja. Semoga anak-cucu kita kelak tetap menjaga tradisi ini, terus merawat api gotong royong, dan makin mencintai tanah air. Harta bisa cari, tapi rasa persaudaraan dan kebersamaan seperti ini tidak ada tandingannya," pungkasnya.
Lewat kemeriahan sederhana di Tahtul Yaman, Keluarga Besar Muna Thaha membuktikan bahwa nilai nasionalisme dan silaturahmi paling ampuh dirawat dari lingkup terkecil keluarga. (*)
Redaksi





